Asslamaualaikum Wr. Wb.
Selamat siang teman-teman semua. Di blog
kali ini saya akan membahas tentang Fungsi dari Protocol
ICMP , POP3 , SMTP , FTP , ARP , dan
kelebihan serta kekuranga dari Ipv4 dan Ipv6.
Langsung kita mulai saja yaaaa…
Fungsi ICMP
Ø Membantu proses error handling /
melaporkan apabila terjadi error pada sebuah jaringan.
Error
merupakan salah satu gejala yang paling mungkin terjadi di dalam sebuah
jaringan komputer. Error biasanya terjadi ketika pesan dan juga request tidak
dapat tersampaikan ke host, ataupun koneksi terputus atau kehilangan koneksi
dalam proses transmisi data di dalam jaringan komputer.
Ø Membantu control procedure atau
prosedur pengaturan pada sebuah jaringan
Control
procedure atau prosedur pengontrolan juga merupakan tugas dan fungsi utama
dari protocol ICMP ini. ICMP bertugas untuk mengatur dan mengontrol segala
macam bentuk pengaturan pada sebuah jaringan kompter. Dengan adanya ICMP ini,
maka setiap jaringan komputer dapat berjalan sesuai dengan prosedur juga
ketentuan yang ada, sehingga tidak mengalami melenceng atau kesalahan dalam
proses transmisi jaringan tersebut.
Ø Menyediakan pengendalian error dan
pengendalian arus pada network layer atau lapisan jaringan
Pengendalian
error atau error handling sudah dibahas pada poin sebelumnya. Akan tetapi,
selain melakukan pengendalian error atau error handling ini, ICMP juga memiliki
tugas juga fungsi lainnya, yaitu melakukan pengenalian terhadap arus informasi
yang ditransmisikan pada network layer atau lapisan jaringan.
Ø Mendeteksi terjadinya error pada
jaringan, seperti connection lost, kemacetan jaringan dan sebagainya
Tugas
pendeteksian dan juga pelaporan akan terjadinya error juga merupakan tugas dan
fungsi utama dari ICMP ini. ICMP merupakan protocol yang memilki peran penting
ketika terjadi error pada sebuah jaringan atau network. Ketika ICMP mendeteksi
terjadinya error, biasanya router atau perangkat keras jaringan lainnya akan
memberikan tanda kepada ICMP, misalnya host tidak dapat dijangkau, atau koneksi
terputus.
Fungsi POP3 :
Ø Fungsi utama dari POP3 ini adalah untuk menyimpan sementara
email yang terkirim di dalam sebuah email server, dan kemudian meneruskannya ke
dalam email client, dimana baru akan terespon ketika email tersebut sudah
dibuka oleh user yang berhak (dalam hal ni adalah mereka yang memegang username
dan juga password dari alamat email).
POP3
adalah protocol email yang digunakan pada berbagai macam email client, mulai
dari aplikasi email pada desktop, seperti Microsoft outlook, hingga aplikasi
email pada smartphone, misalnya Gmail, Ymail, dan sebagainya.
Dengan
adanya protocol POP3 pada email client ini, maka setiap surat atau email yang
sudah terttampung ke dalam email server akan dimunculkan di dalam email client
dan akan dibuka ketika user memiliki hak akses atas surat atau email tersebut.
Fungsi SMTP :
Ø
Fungsi SMTP melakukan transfer email ke pengguna
berbasis IP address pada TCP port 25 menggunakan
serangkaian perintah mesin antar host. Host yang juga end user menggunakan User
Agent (MUA) atau Mail Transfer Agent (MTA).
Selanjutnya email yang telah dikirimkan lalu diterima oleh end user dengan POP3
atau IMAP.Post Office Protocol
3 (POP3) kemudian
mendownload dan menyimpan email dari server SMTP menggunakan TCP port 110. POP3 mendownload
seluruh pesan kepada penerima secara sekaligus tidak secara selektif. Setelah
seluruh pesan diterima POP3, selanjutnya klien POP3 diskonek dan menghapus
seluruh database email yang tadi di download dari server. Selain POP3, ada juga
Internet Message Access Protocol(IMAP)
yaitu protokol untuk mengambil email pada port 143 oleh klien secara jarak jauh. Tidak seperti POP3, IMAP
memiliki mode konek dan diskonek secara simultan yang dapat digunakan untuk
akses banyak user ke mailbox yang sama. SMTP juga bisa menggunakan
teknik keamanan jaringan TLS yang merupakan pengganti SSL.
Metoda TLS adalah enkripsi klien
atau data server dengan
pertukaran kunci, otentifikasi dan implementasi chiper standar. Banyak protocol
berbasis IP lainnya juga menggunakan metode TLS untuk enkripsi data seperti HTTP (HTTPS), SMTP, POP3, FTP dan NNTP. Aplikasi
email yang digunakan untuk membaca, mengedit, menyimpan dan mengelola email
berada pada layer 6 presentation layer (model
OSI).Fungsi FTP :
Ø Fungsi FTP adalah Melakukan transfer file antara komputer
yang terhubung melalui jaringan, termasuk internet. Dalam bahasa teknis, FTP
dikenal sebagai protokol jaringan yang memungkinkan transfer file antara
komputer yang tersambung pada TCP/IP yang berbasis jaringan. FTP juga berfungsi
untuk mempermudah dalam pembagian file-file., mempercepat secara tidak langsung
atau implicyt menggunakan komputer remote, melindungi user dari berbagai file
storage system antar host. Fungsi FTP Server adalah menjalankan perangkat lunak
yang digunakan untuk pertukaran file (File Exchange), yang selalu siap
memberikan layanan FTP apabila mendapatkan request atau permintaan dari FTP
Client. FTP Client adalah komputer yang meminta koneksi ke FTP Server untuk
tujuan tukar menukar file (Upload dan Download File). Fungsi FTP yang utama adalah melakukan pertukaran file dalam
jaringan.
Fungsi ARP :
Ø Fungsinya ARP
adalah untuk meningkatkan keamanan. Dalam mikrotik, masukan ARP bisa didapat
secara dynamic. Namun untuk meningkatkan keamanan, kita dapat memasukkan ARP
static secara manual. Dengan hanya membolehkan sebuah router me-reply hanya
untuk masukan ARP static pada tabel ARP, maka akan membatasi akses ke router
dan jaringan di belakang router, yang hanya untuk IP address atau mac address
dengan kombinasi.
Kelebihan Ipv4 :
Ø Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link layer dan harus
bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.
Ø Pengelolaan rute informasi yang tidak memerlukan seluruh 32
bit tersebut, melainkan cukup hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar
informasi rute yang disimpan di router, menjadi kecil. Setelah address jaringan
diperoleh, maka organisasi tersebut dapat secara bebas memberikan address
bagian host pada masing-masing hostnya.
Kekurangan Ipv4 :
Ø Panjang alamat 32 bit (4bytes).
Ø Dikonfigurasi secara manual atau DHCP IPv4.
Ø Dukungan terhadap IPSec opsional.
Ø Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan pada router,
menurunkan kinerja router.
Ø IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat
yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat). IPv4, meskipun total
alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat,
karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai
beberapa ratus juta saja.
Kelebihan Ipv6 :
Ø Format header baru. Header baru IPv6 lebih efisien
daripada header pada IPv4 (karena memiliki overhead yang lebih kecil). Hal ini
diperoleh dengan menghilangkan beberapa bagian yang tidak penting atau
opsional.
Ø Jumlah alamat yang jauh lebih besar. Dengan spesifikasi
bit untuk alamat standar sebanyak 128-bit memiliki arti IPv6 akan mampu menyediakan
2128 kemungkinan alamat unik. Walaupun tidak semuanya akan
dialokasikan namun sudah cukup untuk keperluan masa mendatang sehingga
teknologi semacam NAT pada IPv4 sudah tidak perlu lagi digunakan.
Ø Infrastruktur routing dan addressing yang efisien dan
hirarkis. Arsitektur pengalamatan IPv6 yang hirarkis membuat infrastruktur
routing menjadi efisien dan hirarkis juga. Adanya konsep skup juga memudahkan
dalam manajemen pengalamatan untuk berbagai mode teknologi transmisi.
Ø Kemampuan Plug-and-play melalui stateless maupun statefull
address auto-configuration. Pada teknologi IPv6, sebuah node yang memerlukan
alamat bisa secara otomatis mendapatkannya (alamat global) dari router IPv6
ataupun cukup dengan mengkonfigurasi dirinya sendiri dengan alamat IPv6
tertentu (alamat link local) tanpa perlu adanya DHCP server seperti pada IPv4.
Hal ini juga akan memudahkan konfigurasi. Hal ini penting bagi kesuksesan
teknologi pengalamatan masa depan karena di Internet masa depan nanti akan
semakin banyak node yang akan terkoneksi. Perangkat rumah tangga dan bahkan
manusia pun bisa saja akan memiliki alamat IP. Tentu saja ini mensyaratkan
kesederhanaan dalam konfigurasinya. Mekanisme konfigurasi otomatis pada IPv6
ini akan memudahkan tiap host untuk mendapatkan alamat, menemukan tetangga dan
router default bahkan menggunakan lebih dari satu router default untuk
redundansi dengan efisien.
Ø Keamanan yang sudah menjadi standar built-in.Jika pada IPv4
fitur IPsec hanya bersifat opsional maka pada IPv6 fitur IPsec ini menjadi
spesifikasi standar. Paket IPv6 sudah bisa secara langsung diamankan pada layer
network.
Ø Dukungan yang lebih bagus untuk QoS. Adanya
bagian (field) baru pada header IPv6 untuk mengidentifikasi trafik (Flow Label)
dan Traffic Class untuk prioritas trafik membuat QoS yang lebih terjamin bisa
diperoleh, bahkan ketika payload dari paket terenkripsi dengan IPSec dan ESP.
Ø Berbagai protokol baru untuk keperluan interaksi antar node.
Ø Adanya protokol baru misalnya Network Discovery dengan komunikasi
multicast dan unicast yang efisien bisa menggantikan komunikasi broadcast ARP
untuk menemukan neighbor dalam jaringan.
Ø Ekstensibilitas.
Ø Di masa depan IPv6 dapat dikembangkan lagi fitur-fiturnya
dengan menambahkanya pada extension head.
Kekurangan Ipv6 :
Ø Operasi IPv6 membutuhkan perubahan perangkat (keras dan/atau
lunak) yang baru yang mendukungnya.
Ø Harus ada pelatihan tambahan, serta kewajiban tetap
mengoperasikan jaringan IPv4, sebab masih banyak layanan IPv6 yang berjalan di
atas IPv4.
Sekian dari saya, semoga dapat membantu teman-teman semua
Wassalamualaikum Wr. Wb
0 komentar